Mencari nafkah adalah bagian dari Perintah Tuhan. Manakala berbisnis dalam rangka melaksanakan perintah tersebut, maka bisnis bukan lagi sekedar menghasilkan uang, namun lebih dari itu, ketenteraman hati pun akan otomatis mengiringinya. Bisnis adalah salah satu medan penghambaan kita kepada Tuhan. Sedangkan laba atau rugi hanyalah sebuah konsekuensi logis sebagai akibat yang mengikutinya. Dengan demikian, sepanjang tujuan niat dan caranya benar, maka tidak ada kata gagal dalam bisnis kita. Ruginya baik, apalagi labanya.

BAGAIMANA AGAR PUNYA VALIDATOR KEBENARAN?

Kontributor Topik:
Mas Ismail Bayu, Purwakarta, 02 April 2009.
Penyiar: Dave Ameral.

Siwo mau nanya ni, kemarin kan membahas tentang validator kebenaran kan yaa.. ada tiga yang disebutkan, nurani, aqli dan naqli. Nah, syarat-syaratnya apa ni agar bisa mencapai nilai-nilai naqli, agar bisa berfikir yang aqliyah, agar hati ini di dominasi oleh nurani, itu syaratnya apa Wo? Jadi prosesnya bagaimana ya? Terimakasih.




Validator kebenaran itu ada tiga yaitu aqli, naqli dan nurani.

Apa saja syarat-syarat agar bisa kesana? Kalau kita ingin menggunakan naqli maka kita minimal itu harus manjadi ahli tafsir. Kalau kita belum mampu memenuhi syarat untuk menjadi ahli tafsir, kita belajar tafsinya para penafsir saja.

Bagaimana syarat-syarat agar kita bisa menggunakan aqli yaitu manakala nurani kita sudah memenangkan nafsu kita, sehingga nurani kitalah yang mengendalikan otak kita yang membentuk mekanisme berfikir.

Dan, bagaimana agar bisa menggunakan nurani kita, caranya adalah dengan pertaubatan. Kuncinya adalah pertaubatan.

Andai diantara teman-teman ada yang hendak sharing, mengkritisi atau mempertanyakan, silahkan call langsung ke 0817449295 (proXL) pada jam 10-12 WIB siang/malam. Mohon dimaafi, Email dan SMS kami nonaktifkan, karena tidak mampu melayani. (salam kami: siwo salatiga).
Bagi yang berkenan untuk SHARE ke FB, Tweeter, dll, dipersilahkan. Semoga berkah.